Sepatu Nike HyperAdapt 1.0 yang Bisa Mengikat Sendiri dan Faktanya

Nike yang merupakan salah satu produsen sepatu terkemuka dan kerap memproduksi sepatu dengan teknologi yang canggih dan salah satunya adalah Nike HyperAdapt 1.0. Teknologi yang diterapkan di sepatu yang dirilis pada akhir 2016 ini memungkinkan alas kaki ini untuk bisa mengikat talinya sendiri. Sepatu Nike terbaru ini memiliki harga sekitar Rp 9 jutaan saat pertama kali dirilis. Design original dari sepatu produksi dari Nike ini, dibuat oleh designer Nike yaitu Tinker Hatfield yang bekerja sama dengan Tiffany Beers.

Nike HyperAdapt 1.0 dibuat dengan tujuan agar penyandang disabilitas atau atlet bisa lebih singkat saat menggunakan sepatu atau mempermudah menggunakan sepatu dibandingkan dengan mengikat sepatu secara manual. Terdapat beberapa fakta mengenai Nike HyperAdapt 1.0 yang dikeluarkan setelah Nike Mag. Pertama adalah sepatu ini dikembangkan dalam waktu 10 tahun. Agar teknologi canggih yang membuat sepatu dari Nike ini bisa mengikat talinya sendiri, maka Nike tidak bermain-main untuk proses pembuatannya.

Butuh penelitian 10 tahun di Nike Lap yang ada di Beaverton, Oregon, AS. Banyak masalah yang harus dihadapi Nike untuk akhirnya HyperAdapt 1.0 ini bisa dirilis. Beberapa masalah yang dihadapi dalam proses pembuatan Nike HyperAdapt 1.0 yaitu:

  • Masalah terkait ketepatan ukuran sepatu.
  • Keterbatasan mesin pengikat.
  • Design agar sepatu dari Nike ini tetap terlihat stylish dengan teknologi yang diaplikasikan.

HyperAdapt 1.0 Sepatu Canggih Besutan Nike

Kedua adalah sepatu Nike terbaru ini tidak benar-benar bisa mengikat sendiri. Hal tersebut disebabkan karena Nike HyperAdapt ini dilengkapi dengan adanya sensor yang ada di bagian tumit. Berbeda dengan sepatu lainnya yang menggunakan tali dan harus di tali secara manual, sepatu Nike HyperAdapt 1.0 menggunakan tali sepatu yang keras dan elastis yang terbuat dari bagan dasar nilon. Tali tersebut nantinya bisa direnggangkan dan dikencangkan secara otomatis lewat sensor yang terpasang di sepatu dan mesin kecil yang ada di bagian dasar Nike HyperAdapt 1.0-lah yang akan mengencangkan dan merenggangkan tali. Sensor sepatu akan aktif saat Anda memasukkan kaki ke sepatu karena tumit Anda akan menyentuh sensor tersebut. Di bagian samping sepatu juga ada tombol yang bisa digunakan untuk mengatur tali hingga posisi yang pas dan nyaman saat Anda mengenakan sepatu dari Nike tersebut.

Ketiga adalah terinspirasi dari film kartun yang berjudul Wall-E. Ide untuk membuat sepatu HyperAdapt 1.0 ini terinspirasi dari Nike Air Mag yang dirilis di tahun 2011 dan 2015 karena sepatu ini pernah digunakan oleh Marty McFly saat membintangi film Back to the Future di tahun 1989. Namun, pembuatnya menganggap jika sepatu tersebut mengadaptasi dari design Air Mag maka konsumen merasa tidak nyaman dengan sepatu yang dikenakannya. Sehingga designer dari sepatu HyperAdapt 1.0 yang dikeluarkan oleh Nike ini mendesain ulang sepatunya. Pada Nike HyperAdapt 1.0 di bagian depan, terinspirasi dari kaki Wall-E dan di tengah sol yang berwarna putih tersebut terinspirasi dari Eve.

Fakta lainnya sepatu Nike terbaru HyperAdapt 1.0 yaitu:

  • Memiliki bobot yang ringan.
  • Menggunakan baterai lithium-ion yang bisa tahan hingga 2 minggu dan memiliki indikator di tumit dan telapak. Sehingga jika LED sepatu berwarna biru, maka artinya baterainya penuh, jika warna kuning maka baterai mulai habis, sedangkan jika sudah merah, maka Anda harus segera mengisi ulang baterainya.
  • Prototype Nike untuk HyperAdapt 1.0 bukan merupakan satu-satunya yang ada di dunia. Selain Nike, pesaingnya yaitu P*ma di tahun 2015 merilis prototype teknologi sepatu pengikat otomatis.

Like and Share ya 🙂