Wanita, 5 Fakta Selaput Dara Ini Wajib untuk Diketahui

Wanita, 5 Fakta Selaput Dara Ini Wajib untuk DiketahuiJika berbicara mengenai selaput dara, tak jarang orang-orang akan mengaitkan dengan keperawanan seorang wanita. Selaput dara atau hymen merupakan jaringan serabut yang terletak pada vagina, fungsinya sendiri adalah guna menyaring kotoran agar tidak masuk ke dalam miss V.

Stigma masyarakat seringkali menganggap wanita sudah tidak perawan jika selaput daranya telah robek, pemikiran itulah yang harus perlahan-lahan diubah. Agar tak salah kaprah, simak 5 fakta mengenai selaput dara berikut ini.

  1. Selaput Dara Tidak Benar-Benar Menutupi Lubang Kemaluan

Secara anatomis, adanya “lubang” pada selaput dara merupakan hal yang wajar, dan bentuk selaput dara sebenarnya tidak benar-benar menutupi lubang kemaluan. Justru dapat disebut dengan suatu bentuk kelainan jika selaput dara menutupi seluruh lubang kemaluan, dan kerap disebut sebagai imperforasi selaput dara.

  1. Selaput Dara Memiliki Berbagai Tingkat Ketebalan dan Bukaan yang Berbeda

Tahukah Anda bahwa selaput dara memiliki ketebalan dan bukaan yang berbeda pada setiap wanita. Hal ini memungkinkan darah menstruasi maupun cairan tubuh lainnya dapat mengalir keluar. Umumnya, hymen memiliki bukaan dengan lebar seperti ukuran jari atau ukuran tampon kecil.

Namun rupanya bukaan tersebut tidak selalu berbentuk lubang bulat, ada yang berbentuk lubang-lubang kecil, bahkan ada pula yang menyerupai injakan anak tangga.

  1. Selaput Dara Berwarna Merah Muda

Tahukah Anda bahwa selaput dara juga memiliki warna? Warna hymen umumnya berwarna merah muda atau pink. Jika dibandingkan warna organ lain yang berada di sekitar selaput dara, hymen berwarna lebih terang.

  1. Selaput Dara Tidak Selalu Berdarah Ketika Pertama Kali Berhubungan Seksual

Tak jarang yang berfikiran bahwa ketika seorang wanita tidak mengeluarkan darah pada saat pertama kali berhubungan seksual, maka wanita tersebut sudah tidak perawan.

Padahal, terdapat beberapa kasus wanita yang memang tidak mengalami pendarahan ketika pertama kali berhubungan seksual. Terdapat begitu banyak faktor yang menyebabkan cedera pada selaput dara, mulai dari olahraga fisik seperti menunggang kuda, bersepeda, maupun karena penggunaan tampon.

  1. Selaput Dara Tidak Menghilang Setelah Berhubungan Seksual

Ketika selesai melakukan hubungan seksual, tak sedikit wanita yang beranggapan bahwa ia telah kehilangan selaput daranya. Padahal, selaput dara tidak langsung menghilang begitu saja. Meskipun memang hymen dapat tertarik dan menyebabkan pendarahan, namun bukan berarti hymen akan langsung lenyap.

Tes Keperawanan Rupanya Tidak Masuk Akal

Karena stigma masyarakat yang menganggap bahwa selaput dara yang robek merupakan tanda wanita tersebut sudah tidak perawan, tak sedikit wanita yang melakukan tes keperawanan.

Bahkan tes keperawanan dianggap sesuatu yang relevan, padahal faktanya tidak semua wanita terlahir dengan selaput dara. Meskipun begitu, tidak memiliki selaput dara tidak akan mempengaruhi kerja hymen ketika wanita tersebut berhubungan seksual.

Ada pula wanita yang tidak mengalami pendarahan ketika melakukan hubungan seksual, dan hal tersebut wajar terjadi. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa tes keperawanan merupakan sebuah tes yang cenderung tidak masuk akal.

Itulah fakta mengenai selaput dara yang wajib diketahui setiap wanita agar tidak terjadi salah persepsi. Semoga bermanfaat.

Like and Share ya 🙂